Pengukuhan Pengurus DPP APKARINDO: Irfan Ahmad Fauzi (Ketua Umum Dpp Apkarindo 2026-2031) Dorong Regulasi dan Kebijakan Strategis Demi Kesejahteraan Petani Karet

oleh -4940 Dilihat
banner 468x60

​Pengukuhan Pengurus DPP APKARINDO: Irfan Ahmad Fauzi (Ketua Umum Dpp Apkarindo 2026-2031) Dorong Regulasi dan Kebijakan Strategis Demi Kesejahteraan Petani Karet

 

banner 336x280

​Jakarta, Timesofindonesian.com

 

“Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Karet Indonesia (DPP APKARINDO) secara resmi menggelar agenda pengukuhan kepengurusan baru. Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi asosiasi yang telah berdiri sejak tahun 2000 tersebut untuk membawa arah baru dalam perbaikan ekosistem perkaretan nasional yang sempat mengalami penurunan harga selama kurang lebih satu dekade terakhir.

​Pengurus baru DPP APKARINDO menegaskan komitmennya untuk berjuang mewujudkan kesejahteraan petani serta menata kembali perkebunan karet di Indonesia. Saat ini, produktivitas karet nasional mengalami penurunan signifikan akibat banyaknya tanaman yang sudah tua. Padahal, harga karet di tingkat petani saat ini tergolong cukup baik, berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram,”demikian disampaikan Irfan Ahmad Fauzi (Ketua Umum DPP Apkarindo 2026-2031), kepada puluhan awak media yang mewawancarainya di Gedung Kementan, Ragunan, Jakarta (14/9/26).

Irfan Ahmad Fauzi menambahkan,”Guna menjaga tren positif ini dan memulihkan sektor perkaretan, APKARINDO mendorong sejumlah langkah strategis, di antaranya:
​*Integritas Karet dalam BPDP: Mendorong dimasukkannya komoditas karet ke dalam Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Langkah ini memanfaatkan pungutan bea keluar ekspor karet dan turunannya untuk pendanaan pengelolaan sektor hulu, seperti program peremajaan tanaman (replanting), penyediaan pupuk, dan pembukaan lahan tanpa membebani APBN.”

​*Sinergi Industri Hulu-Hilir: Mengandalkan dukungan penuh dari Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) untuk merealisasikan kebijakan bea keluar demi menjamin ketersediaan bahan baku pabrik karet domestik yang saat ini mengalami kekurangan pasokan.

​*Visi Badan Karet Nasional: Mendorong pembentukan Badan Karet Nasional dalam RJPMN guna mengejar ketertinggalan dari Thailand yang saat ini memimpin sebagai produsen dan eksportir karet nomor satu di dunia. Langkah ini dianggap krusial agar Indonesia—yang kini berada di posisi ketiga di bawah Pantai Gading—terhindar dari ancaman menjadi negara pengimpor karet.

​*Penguatan Internal dan Edukasi: Melakukan pembenahan kelembagaan dari tingkat pusat, daerah, hingga sentra-sentra karet di tingkat desa, sekaligus memberikan edukasi kepada petani untuk menghasilkan karet bersih dan berkualitas tinggi agar memiliki nilai tawar harga yang baik.”

​Tegas Irfan Ahmad Fauzi,”Komoditas karet alam dinilai memiliki peran vital yang tidak dapat digantikan oleh material sintetis, terutama untuk industri manufaktur seperti ban kendaraan. Oleh karena itu, APKARINDO berharap pemerintah memberikan perhatian seimbang terhadap komoditas karet agar tidak tersisihkan dibanding komoditas perkebunan lainnya.”

​”Melalui dukungan regulasi yang tepat, APKARINDO optimistis sektor perkaretan nasional mampu kembali produktif, menyerap tenaga kerja, serta menyumbang devisa negara secara optimal.
​Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Sekretariat DPP APKARINDO.”tutup Irfan Ahmad Fauzi mengakhiri wawancara dengan para awak media

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.